TENTANG GUNYAM

Nusa Penida, Kamu dapat Tempat!



Bukan tentang seberapa jauh perjalanan, tapi makna dari setiap langkah yang ditempuh.”

 

Nusa Penida adalah salah satu pulau yang menjadi bagian dari Bali, namanya begitu kaliber beberapa waktu belakangan. Katanya sorga tersembunyi. Walaupun kita enggak pernah tahu indahnya sorga sesungguhnya seperti apa, setidaknya melihat semesta jauh lebih syahdu.

I’m so grateful to be there. Mungkin satu kalimat yang kalau ditanya Nusa Penida itu kayak gimana. Perjalanan dimulai dari Pantai Sanur naik boat dengan menempuh perjalanan sekitar hampir 1 jam. Sesampainya di sana, kita bisa sewa motor atau mobil untuk explore setiap sudut Nusa Penida. Saya sarankan, sebaiknya kamu buat list destinasi mana saja yang ingin kamu kunjungi, dan perhatikan letaknya agar dapat kita tempuh dalam satu kali perjalanan. Kemarin saya membagi destinasi menjadi dua, karena hanya berencana 2 hari 1 malam saja di sana. Saya membaginya menjadi destinasi timur dan barat.

Crystal Beach
(dokumentasi pribadi)

Hari pertama saya pergi ke wilayah barat karena saya datang sudah cukup siang menjelang sore, jadi saya putuskan untuk mengeksplor tempat matahari terbenam. Crystal Bay Beach, adalah pantai pertama yang saya kunjungi, kebetulan tempatnya tidak begitu jauh dari Pelabuhan Toyapakeh, tempat boat bersandar. Pantai ini perkenalan yang baik dengan Nusa Penida, mungkin kita tidak akan menemukan turis lokal di sini, karena dominan turis mancanegara. Batu-batu di pinggiran pantai, air lautnya yang bening sebening kristal membuat pantai ini dinamai Crystal Bay Beach. Kamu bisa snorkeling bercengkrama dengan teman-teman di bawah laut.

Broken Beach
(dokumentasi pribadi)

Kemudian destinasi selanjutnya yaitu Billabong Beach dan Broken Beach. Perjalanan menuju kedua pantai ini luar biasa perjuangannya, karena kondisi Nusa Penida yang belum semaju Bali jadi kita akan dimanjakan dengan kondisi jalan yang banyak berlubang dan belum sepenuhnya beraspal, jadi say hallo sama debu-debu dan harus hati-hati karena jalannya juga tidak begitu besar. Pokoknya sensasinya luar biasa, tapi terbayar ketika kamu sampai di pantainya. Billabong beach dan Broken beach letaknya bersebelahan. Billabong beach adalah pantai yang letaknya di tengah-tengah belahan batu yang terbelah, jadi serasa memiliki kolam renang pribadi yang langsung dari pantai. Namun, pantai ini tidak selamanya dibuka untuk berenang, tergantung kondisi pasang surut air laut.

Di Broken Beach kita akan menemukan sensasi berbeda. Jika di Billabong Beach kita masih bisa main air laut, di Broken Beach ini kita hanya bisa menikmat keindahan pantai ini dari atas. Pantai ini menyajikan pemandangan kombinasi laut dan batu yang berlubang di tengahnya. Di bawah batu berlubang itu mengalir air laut berwana toska. Sungguh perpaduan yang cantik untuk dinikmati sambil melihat matahari terbenam.

Hari kedua, saya melawat ke timur. Lebih baik berangkat pagi agar dapat melihat matahari terbit di Atuh Beach dan Diamond Beach. Kondisi jalan wilayah Timur lebih baik dibanding wilayah barat karena kondisi sudah banyak jalan yang beraspal tapi memang ukuran jalan kecil dan memiliki banyak tikungan.

Diamond Beach
(dokumentasi pribadi)

Langkah kaki pertama saya jatuh di Diamond Beach. Pantai ini luar biasa cantik, indah, dan masih perawan banget. Selain bisa melihat matahari terbit, datang pagi-pagi ke pantai ini bikin kita lebih tenang nikmatin pesonanya. Kondisi pantai yang tidak begitu ramai memungkinkan kita sesuka hati menccari spot foto dimana saja. Terdapat sekitar 200 anak tangga yang harus kita lewati kalau mau bermain-main bersama air laut di bibir pantai. Kondisi tangganya masih lumayan curam jadi harus hati-hati dan siapin tenaga ekstra. Eits, tapi jangan nyerah dulu, lelahnya pasti terbayar kok karena setelah sampai bawah rasanya private beach banget. Ada 2 batu besar di tengah lautnya yang 2 warna toska dan biru.

Atuh beach
(dokumentasi pribadi)

Atuh Beach dan Diamond Beach ini letaknya juga bersebelahan, enaknya kalau ke Atuh Beach tangganya agak lebar dan sudah terbentuk sempurna. Kedua pantai ini sama-sama luar biasa indah, tapi tetap memiliki pemandangan khas masing-masing. Sayangnya, ketika kita menuruni anak tangga, terlihat dari atas terdapat gundukan sampah di belakang warung-warung yang berjualan di pinggiran Atuh Beach. Sayang kan kalau pantai yang cantik harus ditemani sampah disekitarnya, sebagai pengunjung sebaiknya kita sama-sama menjaga ya.

Setiap kita pasti memiliki tempat yang dianggap sebagai tempat terbaik untuk dapat memulihkan diri, dari hati yang patah, dari rasa yang penuh kecewa, dari kehilangan yang tak terbayangkan. Pergi sejenak adalah cara untuk menyembuhkan, belajar menerima dan berlapang dada, walau mungkin tidak mudah untuk dapat lupa. Bagiku Bali adalah rumah, tempat terbaik dalam sebuah pelarian. Sekali datang rasanya ingin terus kembali dan Nusa Penida menambah rasa cintaku pada tempat ini. Datang dan nikmati pesonanya!

Semoga kau dapati aku dalam setiap cangkir kopimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *