TENTANG GUNYAM

Review Film Perempuan Tanah Jahanam: Bengisnya Mimpi Joko Anwar



Sutradara Joko Anwar kembali membuat karya film terbarunya bergenre horor tapi dengan warna baru. Film itu berjudul Perempuan Tanah Jahanam.

Kisah dari film ini rupanya terinspirasi dari mimpi sang sutradara yang terjadi sejak 10 tahun silam. Cerita filmnya kemudian dikombinasikan dengan pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki Joko seiring waktu berjalan.

Joko Anwar mengaku telah mulai menulis ceritanya kala itu. Namun,filmnya baru mulai digarap pada 2018 dan tayang di bioskop pada 17 Oktober 2019 lalu. Hal itu lantaran Joko benar-benar ingin mempersiapkan filmnya secara matang dari berbagai aspek.

Film Perempuan Tanah Jahanam bercerita tentang Maya (Tara Basro) dan sahabatnya, Dini (Marissa Anita) yang mengalami kesulitan ekonomi. Mereka bertahan hidup dengan berjualan pakaian di sebuah pasar di ibukota.

Karena kekurangan biaya untuk modal usahanya, Maya yang hanya mengenal orang tuanya lewat sebuah foto dan sedikit tulisan di balik fotonya, berniat untuk mendatangi kampung halaman mendiang orang tuanya yang diketahui meninggalkan warisan berupa rumah besar di sebuah desa bernama Harjosari. Setelah berdiskusi, Maya akhirnya sepakat untuk berangkat ke desa tersebut, menelusuri misteri keluarganya itu bersama Dini. Namun, bukan hal baik yang mereka dapatkan, mereka malah mendapat malapetaka di desa yang ternyata telah dikutuk itu.

Situasi semakin buruk ketika Dini menghilang dari desa itu. Hingga pada suatu malam, Maya mendengar jeritan perempuan yang hendak melahirkan. Maya pun mendatangi asal suara dan menyaksikan proses kelahiran anak tersebut. Dari situ Maya melihat langsung kekejaman dari sang kepala desa, Ki Saptadi (Ario Bayu).

Sejak saat itu pula, sedikit demi sedikit, Maya dapat mengungkap misteri yang terjadi pada keluarganya di desa itu. Karakter Ratih (Asmara Abigail) membuat Maya jadi mengetahui segalanya.

Sementara kehadiran karakter Nyi Misni (Christine Hakim) memperkuat kisah bengis dari kehidupan Maya selama menelurusi misteri. Ia hampir merenggang nyawa karena ulah nenek tua itu.

Di film ini, akting Tara Basro dan Marissa Anita sangat natural. Terlebih saat adegan di pasar. Dengan kaos ala kadarnya dan bercucuran keringat, mereka begitu mendalami peran seorang pedagang yang sepi pembeli. Mereka juga terlihat cukup mendapatkan chemistry sebagai sahabat.

Selain itu, akting Christine Hakim di film ini juga mampu membuat saya geleng-geleng kepala. Menurut saya, ia begitu total memerankan karakter Nyi Misni. Tak heran, Joko Anwar rela terus membujuknya selama berbulan-bulan demi menerima karakter itu. Ternyata hasilnya memuaskan.

Adapun untuk lokasi syuting, Joko memilih daerah-daerah yang menurutnya belum pernah dijamah oleh para sineas, yakni di desa-desa sekitar Malang, Gempol, Lumbang, Bromo, Lumajang, Ijen, dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Sementara untuk sinematografi, hasil kerja Joko Anwar memang sudah tidak perlu dilakukan lagi. Director of Photography (DOP)-nya cukup apik memainkan angle-angle gambar agar menjadi lebih menarik. Beberapa kali pengambilan gambar close up memperlihatkan ekspresi para pemeran jadi lebih jelas. Hanya saja untuk make up, adanya sesosok bayi tanpa kulit di bagian tubuhnya pada film ini terlihat tidak natural dan terkesan terlalu memaksakan.

Namun dari segi alur cerita, Joko Anwar terbilang rapi untuk urusan ini. Plot twist nya cukup mengubrak abrik praduga saya sebelumnya. Secara keseluruhan, film ini memang bagus. Tak kalah jauh bagusnya dengan film Pengabdi Setan garapan genre horor Joko Anwar sebelumnya.

Dapat dikatakan, film ini lebih masuk ke dalam genre thriller. Jika di Pengabdi Setan banyak memunculkan sosok hantu yang membuat penonton terkejut dan berteriak, film ini justru lebih banyak memunculkan adegan sadis dengan banyaknya darah yang dipertontonkan.

Si kurus kecil yang senang bermain-main di alam bebas. Lelah, tidak masalah baginya, asal aroma alam tercium di hidungnya, dan tidak ada asap mengepul yang merusak pemandangannya.
Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *