TENTANG GUNYAM

Cita Cita Milenial Sederhana “Izinkan Aku Jadi PNS”



Pembukaan moratorium rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak 2018 lalu, benar benar disambut menggila oleh generasi muda. Tak kalah heboh, para orang tua pun seolah mendesak semua putra putrinya untuk ikut dalam tes tersebut. “Barangkali nasib” kata si ibu pada anaknya. Biarpun si anak sudah bekerja di perusahaan swasta, tapi kalau belum jadi PNS tetap enggak lengkap yah rasanya. “Ibu belum sreg 100 persen bangganya le”. “Coba liat si Asep dia mah udah pake seragam coklat tiap hari” kata emak. “Duh mak, diakan anak Pramuka”.

Adanya rekrutmen ini seolah jadi oase di Padang pasir yang gersang. Dimana jumlah pengangguran saat ini semakin tinggi, untuk Banten saja, kini menempati urutan pertama pengangguran terbesar se Indonesia. Biarpun banyak industri tapi tetap cari kerja semakin susah. Alasannya persaingan di era revolusi industri 4.0 semakin terbuka, orang asing bisa masuk kapan saja ke tanah air dan merebut lapangan kerja kita katanya.

Sementara harga sembako, listrik, BBM, bedak, lipstik hingga BPJS melambung tinggi. Waduh, belum sampai hari tua ini sudah makin susah garis hidup. Gaji kerja di perusahaan swasta seolah hanya cuma cuma, numpang lewat sejam di dompet lalu permisi ke pelabuhan hutang. Anak istri cuma bilang, “yah Rizki kita cuma segitu mas, Padahal aku mau kawin lagi”. Huuss

Ekonomi generasi Milenial semakin melemah ketika tak jadi PNS. Memang tak belajar dari orang tua dulu, ibu bapak petani tapi hidup tetap terjamin. Sawah ladang hutan gunung lautan tetap punya orang. Yahh gimana mau kaya, sukanya bangun siang, rezeki juga dipatok ayam mas.

Berbagai alasan pelik inilah kemudian yang mendorong niatan generasi Milenial untuk terjun jadi PNS. Kerja pakai seragam, di kantoran, masuk pagi pulang sore, dihargai masyarakat, yah namanya juga pejabat pemerintah. Masa tua sudah dijamin dengan pensiunan, otomatis makin disayang mertua. Nikmat mana lagi yang kau dustakan. Cita cita kami sederhana “izinkan aku jadi PNS Bu pak”. “Yo le tak restui,”. “Apa perlu tak bawakan pa ustad untuk ruqyah kamu biar niat mu tulus jadi PNS”.

Animo ini terbukti, Tahun lalu saja, ketika rekrutmen CPNS di Kabupaten Serang dibuka, pendaftar mencapai 12 ribu orang. Mereka rela datang dari berbagai daerah se Indonesia untuk bersaing memperebutkan kuota formasi yang tak seberapa. Namun malang, banyak peserta yang tumbang ditengah jalan akibat tak mencapai nilai standar kelulusan atau passing grade. Yang tersulit dari tes tahun lalu adalah TKP alias tes kepribadian. Tes ini sulit mungkin karena tidak punya kepribadian sebagai PNS yang bersahaja. Kegagalan akhirnya menyisakan rasa penasaran mendalam dibanyak generasi milenial. Sudah siapkan ajimat atau ajian ajian mandraguna ?

Seleksi CPNS memang makin ketat, negara tak mau asal asalan. Asal dapat pegawai tapi kerjanya enggak bisa apa apa alias cuma tunggu sore. Tak bisa titip sana titip sini, asal kenal orang dalam yah cingcai atau berani berapa buat masuk?, Sudah enggak berlaku. Pemerintah ingin mendapatkan putra putri terbaik yang penuh gagasan bukan para pengekor. Karena negara menyerap pajak dan hasil bumi bukan untuk bayar cuma cuma pegawai, sayang kalau kemudian uang negara habis untuk hal yang sia sia.

Buat yang belum lulus, jangan patah semangat, tahun ini bisa dicoba lagi. Karena pendaftaran CPNS resmi dibuka pada 11 November ini. Siapa tahu masih gagal eh berhasil. Karena percayalah dibalik setiap kegagalan pasti ada kegagalan lain yang menunggu mu.
Semangat mencoba sedulur… (*)

Bagiku menulis itu seperti jatuh cinta, yang hadir tanpa berencana dan indahnya datang tanpa rekayasa waktu. Ketika hasrat itu datang, maka menulislah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *