TENTANG GUNYAM

Antara Anyer dan Jakarta, Masihkah Anyer Melegenda?



image source from Wikipedia

Lagu Antara Anyer dan Jakarta adalah salah satu tembang yang sempat popular pada tahun 1980-an. Lagu legendaris ini diciptakan oleh Oddie Agam yang kemudian dipopularkan oleh Sheila Majid. Begitu kira-kira kata Wikipedia.

Lagu ini bercerita tentang keindahan antai Anyer. Apa betul Anyer seindah lirik lagu itu? Hmmm bener ga ya? Ada yang hafal lagunya?

Pantai Anyer adalah salah satu destinasi wisata unggulan milik Kabupaten Serang Provinsi Banten. Nama Anyer ini benar benar sudah melegenda. Berbagai cerita orang tentang ‘wah’-nya kawasan pantai yang berbatasan langsung dengan Kota Cilegon ini sudah didengar oleh seantero negeri. Kalau kamu sering nonton pelem-pelem komedi warkop yang bernuansa pantai atau dalam¬†pelem¬†jadul lainnya biasanya kawasan Anyer ini salah satu yang sering digunakan. Biasanya Om Dono, Kasino, dan Indro berkejaran di pantai hheee. Itu sih yang saya ingat dari filmnya.

Dari tahun ke tahun, jutaan pengunjung biasanya datang ke kawasan wisata tersebut. Tentu saja, kedatangan mereka untuk menikmati romantisnya matahari tenggelam di ufuk senja, debur ombak yang menghangatkan, hingga sekadar bermain pasir dengan keluarga. Wisata ini menjadi salah satu sumber Penghasilan Asli Daerah (PAD) untuk wilayah Kabupaten Serang tentunya. Hmmmm.. kalau kalian ajak pacar datang ke sana berarti turut menyumbang peningkatan PAD, Gaes. Tuh ‘kan berfaedah, daripada pacaran gelap-gelapan mending maen ke Anyer.

Walau namanya sudah begitu besar, tetapi akhir-akhir ini kawasan tersebut mulai sepi pengunjung. Pasca diterpa bencana tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu, tingkat kunjungan hingga okupansi hotel pun terus menurun dan berada diangka terendah.

Kondisi ini bahkan bertahan hingga lebih dari enam bulan lamanya pascakejadian. Tak sedikit hotel dan restoran atau pedagang oleh-oleh yang gulung tikar. Bahkan beberapa hotel dan resto ada yang menyiasati dengan memberlakukan shif kerja hingga mengistirahatkan sejumlah karyawannya dengan waktu yang tidak bisa ditentukan. Semua terjadi akibat hotel dan resto tersebut merugi. Kondisi ini benar-benar berdampak pada menurunnya PAD dari objek pajak wisata.

Pemerintah Kabupaten Serang bukan tanpa upaya. Segala bentuk kegiatan atau even dipusatkan di kawasan wisata tersebut. Sebagai komitmennya untuk meningkatkan kunjungan wisata, salah satu even besar yakni MTQ yang harusnya digelar di Kecamatan Pabuaran pun dialihkan ke Anyer-Cinangka. Kemudian agenda rutin tahunan Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) pun digelar lebih awal di kawasan tersebut. Belum lagi kunjungan Menpar masa Presiden Jokowi – JK yakni Arief Yahya yang rutin dilakukan menjadi salah satu upaya recovery kawasan.

Tak sia-sia, upaya ini pun akhirnya berdampak baik. Seiring dicabutnya status waspada Gunung Anak Krakatau (GAK), tingkat kunjungan perlahan membaik. Walau belum sempurna seperti legendanya, tepai ini pertanda baik untuk kawasan yang dilalui ruas jalan buatan Herman William Daendels tersebut.

Eh iya, kalau sempat, main-mainlah ke Anyer. Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di sana. Selain melihat indahnya pantai, juga bisa mampir ke Menara Mercusuar yang berada di titik nol Anyer di Desa Cikoneng. Jangan hanya tahu ceritanya saja sobat Gunyam, tapi harus datang langsung. Bawa pacar juga boleh asal jangan pacar temen apalagi istri orang hhee. Karena membawa pacar orang untuk berlibur adalah kesalahan pertama yang akan berakhir runyam hhee. Selamat berlibur…. (*)

Bagiku menulis itu seperti jatuh cinta, yang hadir tanpa berencana dan indahnya datang tanpa rekayasa waktu. Ketika hasrat itu datang, maka menulislah.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *