TENTANG GUNYAM

Kelas Inspirasi Jalan-jalan Tanpa Sia-sia



 

Awalnya gue berpikir, pengin jalan-jalan terus keliling Indonesia, kalau bisa keliling dunia. Tapi kalau jalan-jalan aja, banyak ngabisin uang, tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain, rasanya kok jadi sia-sia banget ya.

Lalu gue kembali berpikir, kegiatan apa ya yang bikin gue bisa tetep jalan-jalan, tapi juga bisa memberikan manfaat untuk orang.

Lalu gue tertariklah dengan 1000Guru. Kegiatan traveling sambil mengajar. Tapi karena belum ada kesempatan, kemudian salah seorang sahabat gue ngasih sekilas informasi tentang kegiatan Kelas Inspirasi.

Jadi di kelas Inspirasi ini, ada open recruitment relawan pengajar dan relawan dokumentator untuk berbagai daerah yang ada di Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda.

Relawan pengajar tugasnya berbagi pengalaman ke anak-anak SD mengenai profesi yang kita tekuni selama paling tidak minimal 2 tahun. Sementara relawan dokumentator tugasnya mendokumentasikan secara digital seluruh kegiatan Kelas Inspirasi di daerah dan waktu yang telah ditentukan.

Sebagai informasi, kegiatan Kelas Inspirasi pertama kali diadakan pada 25 April 2012 di 25 lokasi SD di Jakarta. Kegiatan ini menjadi gerbang keterlibatan para profesional dengan realita dunia pendidikan dasar di lingkungannya, serta Indonesia pada umumnya.

Para profesional diajak untuk menceritakan mengenai profesinya. Harapannya, para siswa bisa memiliki lebih banyak pilihan cita-cita, serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar.

Dok. Relawan Dokumentator KI SD Pasawahan Kidul

Berdasarkan pengalaman gue, semasa kecil bahkan hingga saat ini, anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar hanya tahu cita-cita sebatas Guru, Dokter, Polisi dan beberapa yang umum lainnya. Bagaimana tidak, yang mereka lihat role modelnya hanya ‘itu-itu saja’, sehingga cita-citanya juga hanya berpatok pada apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka suka atau tertarik.

Bahkan dulu, waktu gue belum sekolah, gue pernah asal sebut kalau gue pengin jadi tukang jamu. Karena apa? Karena dulu gue sering liatin tukang jamu gendong yang banyak pembeli dan menghasilkan banyak uang. Ya, mungkin cuma itu role model gue selain guru dan dokter.

Jadi, menurut gue kegiatan ini memang sangat bagus agar cita-cita anak-anak lebih luas dan lebih giat berupaya untuk menggapai cita-citanya itu sejak dini.

Well, akhirnya gue mendaftarkan diri Kelas Inspirasi untuk diikuti dalam waktu dekat, yaitu di daerah Purwakarta. Agak pesimis, karena sepertinya para profesional yang daftar itu hebat-hebat, ditambah lagi tidak ada batasan usia, otomatis ada yang sudah mengantongi segudang pengalaman.

Tapi kalau Tuhan mengizinkan, apapun memang bisa terjadi. Ya, ketika tiba waktunya pengumuman tahap seleksi, tiba-tiba gue dihubungi salah satu fasilitator dari Kelas Inspirasi Purwakarta untuk SD Pasawahan Kidul. Alhamdulillah ternyata gue diamanatkan menjadi salah satu inspirator di Purwakarta.

Lebih dari 100 orang terpilih untuk jadi relawan, dan dari sejumlah orang terpilih itu dibagi-bagi untuk beberapa sekolah dasar yang tersebar di Purwakarta.

Senangnya masuk grup chat yang isinya orang-orang yang aktif berkegiatan sosial. Setiap malam ada virmet (virtual meeting) di grup. Sampai tiba waktunya briefing akbar H-1 hari Inspirasi.

Hari itu, kami menginap barsama di salah satu rumah warga yang ada di dekat sekolah yang akan kami datangi, mempersiapkan segala macam keperluan, sampai latihan flashmob pun dilakukan. Besok paginya, Senin 16 Desember 2019 pukul 05.30 WIB, kami berangkat dan bersiap untuk Hari Inspirasi.

Dok. Relawan Dokumentator KI SD Pasawahan Kidul

Hari itu, kami turut mengikuti kegiatan upacara yang biasa dilakukan anak sekolah di hari Senin pagi. Rasanya agak canggung, karena sudah tahunan tidak mengikuti kegiatan seperti itu. Usai upacara, kami para relawan inspirator dan juga relawan dokumentator memperkenalkan diri dengan profesi masing-masing kepada siswa siswi yang berbaris rapi di hadapan kami.

Dengan begitu antusias, mereka menyambut kami. Ditambah lagi, kami disambut dengan penampilan bakat pencak silat yang mereka miliki.

Dok. Relawan Dokumentator KI SD Pasawahan Kidul

Selesai penyambutan, siswa siswi kemudian bergegas masuk ke kelas masing-masing, dan para inspirator pun bersiap untuk memberikan sedikit banyaknya pengalaman dengan profesi yang berbeda-beda di kelas-kelas yang sudah ditentukan.

Hari itu, gue ditunjuk untuk mengisi kelas 1 dan 4. Jujur, ini pengalaman pertama gue menghadapi anak-anak sebanyak itu dengan berbagai karakter. Dalam satu kelas, muridnya berkisar 30 orang.

Ternyata, berhadapan dengan anak kelas 1 jauh berbeda dengan kelas 4 yaa.

Di kelas 1, gue dihadapkan dengan anak-anak yang begitu aktif tapi juga antusias dengan materi yang gue bawakan. Meski beberapa kali gue harus mengeluarkan suara lebih keras agar mendapat perhatian mereka, tapi gue seneng, mereka tertarik dan aktif berinteraksi dengan gue maupun teman-temannya.

Lalu gue masuk ke kelas 4. Wuhhh! Ternyata kontras sekali yaa menghadapi murid kelas 1 dengan kelas 4. Ketika gue masuk ke kelas 4, murid-muridnya hening, tertib, mereka semua duduk dengan tangan disila di atas meja. Lohh kok gue tetiba bingung ya menghadapi suasana canggung ini.

Awalnya gue memperkenalkan profesi gue sebagai wartawan. Mereka nggak ada yang tau dong apa itu wartawan dan seperti apa tugasnya. Tapi suasana mulai cair ketika ada anak yang bercita-cita pengin jadi model. Lalu gue arahkan murid itu untuk memperagakan diri berlagak seperti model professional yang tengah berlenggok di catwalk dalam sebuah acara fashion show. Sementara teman-temannya berada di hadapannya yang berlagak layaknya seorang wartawan. Mereka memegang dummy alat kamera dan juga perekam suara untuk mewawancarai model tersebut.

Suasana jadi menarik dan penuh tawa. Tanpa canggung mereka persis bertingkah layaknya seorang wartawan.

Keseruan itu belum berakhir, di penghujung acara, sekitar pukul 11.30 WIB, kami para inspirator memberikan persembahan khusus untuk siswa siswi di Sekolah Dasar Pasawahan Kidul. Ya, kami memberikan penampilan flashmob, menari dengan iringan lagu yang dinyanyikan oleh Sherina Munaf berjudul Kembali ke Sekolah di area lapangan.

Dok. Relawan Dokumentator KI SD Pasawahan Kidul

Percaya deh, ketemu anak-anak yang begitu antusias dengan kedatangan kami, melihat raut wajah senang mereka, tertawa riang di kelas, dipeluk sampai dicium, itu benar-benar menambah energi positif ternyata.

Sepertinya gue tertarik untuk terlibat lagi, lagi dan lagi dalam kegiatan ini. Semoga masih ada kesempatan untuk ketemu anak-anak dan para inspirator dari berbagai profesi yang hebat-hebat.

Oh iya, di Kelas Inspirasi pertama yang gue ikuti ini ada berbagai profesi yang terlibat, di antaranya ada Dokter, Dosen, Pilot, Staff Engineer, Staff Admin, Staff Quality Control, Event Planner, IT Programmer, Bankir, Perawat, Chef, Pramusaji Gizi, Notaris dan masih banyak lagi. Mereka datang dari berbagai daerah yang masih tidak jauh dari sekitaran Purwakarta, seperti Tangerang, Jakarta, Karawang, Bandung, Tasikmalaya, ada juga yang dari Tegal.

Hal yang bikin gue salut adalah mereka yang punya profesi super sibuk dan lokasinya yang tidak dekat masih mau meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman dengan anak-anak. Beberapa di antara mereka bahkan sudah lebih dari sekali atau sering mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi.

Perlu diketahui juga bahwa banyak di antara mereka yang tampak pendiam juga pemalu, tapi ternyata bisa menjadi inspirator yang mampu memberikan sedikit banyaknya pengalaman kerja yang mereka punya, mampu mencairkan suasana anak-anak di Kelas Inspirasi. Yuk, luangin waktu kita untuk hal-hal yang positif. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan.

Dok. Relawan Dokumentator KI SD Pasawahan Kidul

Si kurus kecil yang senang bermain-main di alam bebas. Lelah, tidak masalah baginya, asal aroma alam tercium di hidungnya, dan tidak ada asap mengepul yang merusak pemandangannya.
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *