Gunyam adalah sebuah rumah yang lahir karena kegelisahan membutuhkan ruang untuk dibebaskan. Rumah ini terbuka untuk pikiran-pikiran rumit siapa pun.

Februari, di tanggal 1, 2018, perjalanan ini dimulai. Digagas oleh 3 perempuan dengan beragam kultur tetapi memiliki satu kecintaan yang sama: menulis.

Rahel Mutia Simatupang. Lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik membuatnya menjadi seorang pemimpin redaksi dan wakil pemimpin redaksi di dua media di daerah yang berbeda. Ia memutuskan lengser karena ingin bebas berkarya. Gunyam.com ia bentuk sebagai rumah selain keluarganya. Kecintaanya terhadap sastra membuatnya ingin menjadi penulis. Semoga novel perdananya segera lepas landas.

Lupy Agustina Dewy. Anak pertama, seorang kakak perempuan yang mengajar di waktu senggang. Selain senang menulis, ia juga senang membayangkan dirinya menjadi seorang ahli bahasa dan membuat kamus seperti J.S. Badudu. Beberapa artikelnya telah dimuat di Geotimes, Tirto id, dan Koran Jakarta.

Fuji Afdiningsih. Dulu bermimpi jadi jurnalis tapi faktanya sekarang jadi karyawan swasta perusahaan finance. Pernah menjadi bagian dari dunia jurnalistik semasa kuliah adalah suatu kebanggaan dalam hidupnya walaupun kini tidak ditekuni dengan baik . Oleh karena itu melalui Gunyam, dia gantungkan harapan-harapannya yang belum sempat terwujud.

Traveling adalah hal yang ingin selalu dia lakukan sampai masa hidupnya habis, karena baginya setiap tempat selalu memberikan dia energi untuk dapat hidup kembali. Setiap tempat selalu membuatnya belajar. Dan Bali adalah tempat yang selalu dia semogakan untuk dapat tinggal, tumbuh, dan menua.

Dari waktu ke waktu, rumah ini semakin ramai. Banyak yang datang untuk menetap, merawat dan menjaga kewarasannya di sini.

Dindin Hasanudin. Seorang alumni Ilmu Komunikasi, Untirta. Semasa kuliah ia memilih konsentrasi Humas (Public Relations). Namun, ketika lulus kuliah, pria kelahiran Muara Bungo, Jambi, tersebut malah mualaf menjadi jurnalis harian umum di Kabar Banten. Walau sebelumnya sempat beberapa bulan bekerja di asuransi kesehatan milik pemerintah.

Dindin menyukai kopi, menonton film juga pertandingan sepakbola walau cuma saat Inter Milan yang bertanding, memotret dan membaca walau hobi membacanya tak melebihi kegemarannya membaca pesan WhatsApp dari mantan pacarnya Yumainia alias Umi Dayyan. Ia juga hobi memancing tapi tak suka menunggu.

Punya mimpi bisa menjadi pengajar di salah satu universitas suatu saat nanti dan melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca bahkan doktor, hehe, aamiin.

Sughron Jazila. Biasa dipanggil Azil, saat ini adalah mahasiswa Pascasarjana Administrasi dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia sekaligus ASN di kantor di kantor pusat Badan Kepegawaian Negara. Konsentrasi yang diambil dalam perkuliahan adalah studi kebijakan publik dan good governance. Selain itu, Azil menggemari sejarah terutama sejarah pergerakan nasional, sejarah pergerakan nasional, sejarah perang dunia dan sejarah gerakan Islam. Saat ini Azil sedang bermimpi untuk melanjutkan S3 sembari menyelesaikan tesis yang sedang dikerjakannya.

Bryan Roberto Mahulae. Orang yang sedang menghidupi kehidupan. Lawyer di salah satu Law Firm Ibukota, UNDIP 2012. A man with a glasses! Mochadicted dengan genre film kolosal yang hobi mantai sambil main bola. Penyuka baca, baca buku, baca orang, baca situasi!

Your strength doesn’t come from winning, it comes from struggles and hardship. Everything that you go through prepares you for the next level. —Yosua 1:9!

Sangaji Yudhi. Seorang anak kosan dan mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris yang tidak jago berbahasa Inggris dan bercita-cita ingin menjadi astronot. Dulu suka bikin film, sekarang lebih suka menghabiskan waktunya untuk merenungkan hal-hal yang tidak penting, dan juga bermain game. Memiliki toxic relationship dengan kopi.

Sherlo Adha Maulana. Seorang sarjana sains di bidang biologi yang kini mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Neuroproteomika adalah topik penelitian yang ditekuninya semasa kuliah. Selain sains, Sherlo juga menyukai sejarah (terrutama sejarah dunia Abad Pertengahan dan Renaisans) dan sastra. Novel romansa berjudul Vernum (2019) merupakan buku pertamanya.

Sherlo juga menyukai belajar bahasa asing.  Sejauh ini, ia telah meningkatkan kemampuannya berbahasa Inggris dan Spanyol. Dalam waktu dekat, ia pun berencana mempelajari bahasa Jerman.

Rahma Maulidia. Seorang perempuan ambisius yang lulus dari akademi Ilmu Komunikasi di bidang Broadcasting. Suatu kebanggaan baginya sempat menjalani profesi sebagai seorang jurnalis, bertemu, mengenal dan mengetahui banyak hal yang mungkin tidak bisa didapatkan di profesi lain. Tiga tahun berlalu, Rahma menjajaki profesi baru sebagai seorang editor di luar perusahaan media.

Memotret sesuatu lewat lensa kamera menjadi kesenangan untuknya. Menghirup udara segar di alam bebas harus menjadi jadwal rutinnya.

Arriza Bagus Indra Herdiawan. Akrab dengan julukan Balindro, merupakan seorang sarjana Administrasi Negara dari Kampus Makara, Universitas Indonesia. Sekarang ini mengabdi sebagai abdi negara di Badan Kepegawaian Negara

Semenjak masa remaja, tersesat dalam lorong waktu masa lalu di bidang studi sejarah khususnya Sejarah Peradaban Islam dan tertarik dengan peristiwa yang mengikutinya agar dapat mengambil hikmah darinya. Saat ini ia tengah mempersiapkan studi magisternya di bidang public policy.

Rifki BS. Seorang  yang hobi depan monitor, karena kecintaannya dengan profesi tukang web.

Selayaknya rumah, Gunyam memiliki kamar-kamar khusus yang didesain dengan menarik.

Alda CP. Perempuan yang mengamini perjuangan perempuan untuk melawan budaya feodal patriarki ini sekarang masih menempuh studi keguruan, namun dunia jurnalistik yang hadir pada studi sebelumnya tidak bisa terlepas dari kehidupannya. kalau mau mencarinya, sesekali suka ada dibelakang microphone bersama gitarnya.

Gunyam Gumam. Kamar ini disediakan untuk memuat esai, opini, atau artikel tentang isu-isu apa saja selama itu tidak melanggar hukum.

Mulas. Mari mengulas. Kamar yang memuat ulasan buku, film, atau musik.

Cerita Pejalan. Kamar bagi para pelancong yang ingin berbagi dokumentasi kisah perjalanan dan kuliner-kuliner menarik.

Anti Runyam. Kamar bagi kamu yang ingin berbagi tips-tips unik dan bermakna.

Ruang Kata. Kamar bagi para pujangga menunggah puisi dan prosa.

Rumah ini terbuka bagi siapa saja. Sering-seringlah berkunjung, banyak tempat duduk untuk sekadar termenung sambil minum kopi atau bergumam sambil mencari makna.