in

LOLLOL LoveLove OMGOMG

Benarkah Kenaikan Listrik Karena Ulah Drakor ?

Listrik Naik

Jagad persetruman akhir-akhir ini sedang heboh. Entah apa dasarnya, tiba-tiba saja tagihan listrik banyak yang membengkak. Bukan cuma jumlah ibu hamil yang meningkat, tapi pandemi ini  juga mengakibatkan tagihan rekening listrik ikut-ikutan membengkak. Tidak tanggung-tanggung, pembengkakan mencapai 100 persen, 300 persen bahkan ada yang 1.000 persen. Yang gak kalah aneh bin ajaib, tagihan listrik rumah kosong bisa juga ikut membengkak. Lah siapa yang maen listrik di rumah kosong? Apa mungkin para jurig keasikan main game online. Ya kali mabar, ah.

Terang saja, kondisi ini menjadi keluhan semua umat mulai dari dokter, pegawai negeri, tukang sayuran sampai tukang las semua mengeluh. Keluhan disampaikan melalui berbagai jagad dunia: dunia maya hingga dunia nyata. Akun-akun media sosial PLN banyak dipanggil oleh warganet yang keberatan dengan kenaikan tarif tersebut. Lah piye, ketika tagihan dirasa tidak sesuai penggunaan, siapa yang gak mangkel toh?  Rasanya yo kayak cinta yang tak terbalas, mau marah ya sama siapa, lah aku bukan siapa siapa.

Drakor Bikin Tagihan Membengkak?

Dari data yang dikeluarkan oleh PT PLN persero, melalui Senior Executive Vice Presiden Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, seperti dikutip dari laman berita detik.com, mengatakan, pelanggan yang tagihan listriknya membengkak diatas 20 persen mencapai 4,3 juta pelanggan. Pelanggan yang biayanya membengkak di atas 200 persen jumlahnya ada 6 persen dari total 4,3 juta pelanggan tersebut. Paling dominan, kenaikan tersebut ada diangka 20-50 persen atau kisaran 2,4 juta pelanggan. Ini kalau golput pemilu, calon unggulan bisa gagal menang jadi gubernur. Coba kalau mereka sepakat untuk membentuk barisan patah hati, dan memutuskan golput pada pemilu presiden, bukan kah itu merugikan para pembesar? Cobalah berpikir sampai ke sana.

Usut punya usut, membengkaknya tagihan listrik ini terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena adanya peningkatan penggunaan listrik di tengah Pandemi Covid-19 saat pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengakibatkan semua aktivitas dipindahkan ke rumah, mulai dari work from home hingga school from home dan tak kalah penting love from home. Akibatnya, pemakaian listrik meningkat, ya iyalah biasanya Facebook-an pake komputer kantor, WiFi kantor, sekarang harus di rumah, ya beraatt.

Yang gak kalah bersalah juga, kenaikan listrik ini karena faktor masyarakat yang butuh hiburan. Di tengah kondisi serba sulit, suntuk menyelimuti. Masyarakat tentu butuh hiburan juga liburan. Inget loh, orang yang kurang hiburan dan liburan itu lebih sensitif dari wanita yang sedang PMS. Apalagi kalau itu menimpa wanita PMS juga, bisa dibayangkan bagaimana ‘kan akibatnya.

Di tengah kondisi pelik ini, bak gayung bersambut, salah satu televisi swasta menyiarkan drakor yang katanya paling laris di Korea. Walahh, ya sudah daripada gak ada kesibukan yo mending ngedrakor toh. Nonton satu asik juga, coba cari drakor lain, lah kok malah tambah asikk. Ya sudah gak terasa marathon drakor sekeluarga. Akhirnya tagihan listrik Mbokmu jebol. Barangkali seperti itu yang dipikirkan oleh perusahaan setrum, sampai alasan semacam itu muncul dalam rapat dengar pendapat dengan anggota dewan yang terhormat pada Rabu (17/6/2020).

Masuk Akal?

Seakan tak henti hentinya drakor selalu menjadi kambing hitam dalam setiap persoalan. Sebelumnya, salah seorang ulama kondang malah sempat menuduh bahwa penonton drakor kafir. Sekarang, penonton drakor jadi musabab kenaikan tagihan listrik. Yang sabar ya para penggemar drakor, barangkali ini ujian.

Alasan semacam ini jelas membuat gerah banyak kalangan, bukan hanya penggemar drakor tapi kebanyakan masyarakat pun merasa alasan ini tidak bisa diterima logika. Mungkin benar jika penggunaan listrik masyarakat meningkat karena di rumah saja, tapi ya enggak karena drakor juga kali. Apalagi kalau sampai ada rumah kosong yang ditinggal penghuninya juga ikut melonjak tagihannya, ‘kan serem juga gak sih?

Salah satu yang geram dari alasan yang dilontarkan PLN ini adalah wakil ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno. Alasan tersebut dianggap non sains dan tidak layak dikeluarkan oleh PLN terlebih saat ini kondisi daya beli masyarakat sedang menurun akibat pandemi Covid-19. Dirinya juga meminta agar komunikasi PLN kepada masyarakat bisa diperbaiki.

Namun yang pasti, berdasarkan laporan keuangan PLN kuartal I/2020 total utang PLN mencapai Rp 694,79 triliun yang terdiri dari utang jangka panjang mencapai Rp 537 trilin dan utang jangka pendek Rp 157,79 triliun. Angka utang PLN pada Maret 2020 mengalami kenaikan dibandngkan dari periode sebelumnya. Pada periode Maret 2019 total utang PLN senilai Rp 568,97 triliun yang terdiri dari utang jangka panjang Rp 411,81 triiun dan utang jangka pendek Rp 157,16 trilun. Nah kalau ini kira kira ada hubungannya gak sama lonjakan tarif?

Kok Listrik Bikin Ngawur?

Apapun itu beban dari PLN, kami sebagai masyarakat kelas menengah ke bawah merasa keberatan jika tagihan PLN membengkak. Walau saat ini listrik adalah segalanya, tapi beras dan kuota internet juga lebih dari segalanya. Pikirkan kami sebagai masyarakat yang mulai kehilangan daya beli karena pandemi. Banyak pekerja yang jadi korban PHK, bahkan petani pun kini kesulitan memasarkan hasil taninya. Dengar-dengar, dari survey Badan Pusat Statistik (BPS), bahwasannya orang yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi covid akan melonjak naik mencapai 25 juta orang terutama di sektor pekerja bebas. Lalu dari mana masyarakat harus menutupi kebutuhan hidupnya? Enggak mungkin toh cuma ngandelin BST atau BLT? Belum lagi tagihan panci, tupperware, dan arisan yang juga harus rutin dibayar tiap bulan.

Ingat Ndoro, saat ini yang terdampak bukan hanya ojek online tapi semua kalangan kini sudah terdampak. Termasuk hubungan asmara, akibat pandemi berkepanjangan angka perceraian atau permintaan putus dari si dia bisa saja turut melonjak tajam. Hati-hati yah karena ekonomi memburuk berbanding lurus dengan keharmonisan keluarga dan percintaan, hhheee. (*)

Baca juga Selera Humor Si Bos Kayak Kentang Goreng

What do you think?

Ditulis oleh Dindin Hasanudin

Suka Kopi walau tak pernah tahu cara menikmatinya. Suka bola walau cuma tahu inter milan. Suka travelling dijalan yang lurus, sambil berharap diridhoi Allah mudah mudahan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
wabah corona

Reading in The Time of Corona

DEWI ATHENA DI KUIL PEMUJAAN MULTATULI: Kuliah Umum ‘Singkat’ Cucu Bung Hatta di Rangkasbitung