in

Gara-gara Keasyikan TikTok, Aku Jadi Begini…

Tiktok

Aplikasi TikTok menjadi salah satu platform media sosial yang tengah diminati banyak orang dari berbagai kalangan. Berdasarkan data Juli 2020, aplikasi besutan Bytedance, perusahaan yang berdomisili di Cina ini telah diunduh lebih dari 2 miliar unduhan. Indonesia menduduki peringkat keempat dengan pengunduh terbanyak, yakni 30,7 juta.

Memang, TikTok menjadi media hiburan tersendiri bagi sebagian besar penggunanya. Membuat konten-konten video dengan iringan irama musik begitu seru mengisi waktu luang. Namun, beberapa pengguna yang keasyikan justru malah membawa mala petaka sendiri baginya. Hingga saat ini, sudah banyak kasus-kasus yang terjadi lantaran terlalu asyik bermain TikTok tanpa mempertimbangkan berbagai aspek.

Baca juga: Benarkah Kenaikan Listrik Karena Ulah Drakor?

Beberapa contoh kasus yang telah viral diberitakan di antaranya yaitu:

Kecaman netizen dan ditangkap polisi karena berjoget saat salat

Video viral seorang perempuan berinisial RE salat sambil berjoget viral di media sosial. Ia mencampurkan gerakan salat dengan gerakan joget. Dalam video TikTok tersebut, RE mengenakan mukena, melakukan gerakan salat dengan takbiratul ihram, rukuk, dan iktidal. Lalu beberapa saat kemudian, ia berjoget-joget dengan iringan musik. Tak selang berapa lama, perempuan tersebut tampak kembali mendekap tangan di dada seperti orang salat. Akibat ulahnya itu, RE ditangkap Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah.

Tewas tersengat listrik saat bermain TikTok

Seorang pelajar wanita berinisial D tewas tersengat listrik saat membuat konten video TikTok di rumah temannya, di Perum Regensi 2, Kecamatan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Rumor yang beredar di media sosial menyebutkan, D tersetrum saat berusaha mengambil ponselnya yang terjatuh di antara kabel listrik. Kala itu, korban sedang asyik bermain TikTok bersama tiga orang rekannya di lantai 3 rumah. Korban pun tewas seketika di lokasi kejadian dengan tubuh hangus terbakar.

Kehilangan jabatan karena joget TikTok

Jabatan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bondowoso, Harry Patriantono dicopot oleh Bupati Salwa Arifin. Sanksi tersebut dijatuhkan pada Harry lantaran perilakunya dianggap telah melanggar kode etik, di mana ia berjoget TikTok dengan iringan musik India di atas meja kantor bersama seorang wanita yang turut berjoget mengikuti irama.

Ditangkap polisi karena bermain TikTok di Jembatan Suramadu

Aksi 3 emak-emak berpakaian kuning yang tengah bermain TikTok di Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur juga sempat viral di media sosial. Polisi menyatakan aksi ketiganya dinilai melanggar peraturan lalu lintas. Akibat aksinya itu, ketiga emak-emak tersebut dikenakan sanksi adminstratif, serta wajib membuat pernyataan maaf yang diumumkan di media sosial.

Keempat poin di atas adalah segelintir kasus yang terjadi di tengah pengguna aktif aplikasi ini. Masih banyak kasus-kasus lain yang berujung pada nasib buruk para penggunanya.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pernah memblokir aplikasi TikTok pada pertengahan tahun 2018, karena dinilai negatif untuk anak. Namun, pemblokiran tersebut hanya berlangsung seminggu, terhitung mulai 3 Juli 2018 sejak pertama diblokir, hingga 10 Juli 2018. Alasan penarikan pemblokiran tersebut adalah karena TikTok berhasil menghapus konten-konten negatif yang dimaksudkan.

Setelahnya, Kominfo justru memiliki akun terverifikasi di aplikasi TikTok yang dibuat sejak Agustus 2019. Menurut pihaknya, akun tersebut digunakan semata-mata untuk mensosialisasikan program-program Kominfo lewat TikTok, seperti program anti hoaks dan sebagainya.

Well, tidak ada salahnya bersenang-senang dengan aplikasi yang tengah naik daun ini, karena tidak bisa dipungkiri, TikTok memang bisa jadi penghibur. Kehadiran TikTok juga bisa mengasah bakat nge-dance atau acting terpendam dalam diri seseorang. Tapi… jangan sampai kamu terjebak dalam keasyikan, sehingga membuat aksi tidak senonoh yaaa, wahai netizen.

Lebih bagus lagi kalau kamu bikin konten yang mengedukasi. Jadi bukan cuma sekadar bikin video joget-joget yang terkadang tidak ada maknanya, beberapa jogetan dengan lirik musik yang dimainkan terkadang juga tidak saling berhubungan. Saya sendiri sering kali gagal paham dengan jogetannya. Hehehe

Lucunya, saya sering lihat banyak orang-orang yang biasanya terlihat kalem atau pemalu, setelah adanya TikTok ini justru jadi “banci” tampil. Entah, apakah itu wujud asli mereka yang pada akhirnya keluar karena sudah ada wadah, atau hanya sekadar ingin mengikuti tren, padahal itu bukanlah diri dia yang sebenarnya.

What do you think?

Ditulis oleh Rahma Maulidia

Si perempuan berwajah sinis yang selalu ingin bermanja dengan alam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Iduladha: Kepada Apakah Kita Mengikatkan Diri?

lembah atma agama

Lembah Atma (Bagian Keempat)