in

LoveLove

Siapa Bilang Pemerintah Kurang Perhatian? 13 Juta Pekerja Buktinya!

Golongan Rakyat Pembenci Pemerintah, Kamu Termasuk yang Mana?

Kurang baik hati apalagi coba pemerintah republik ini. Ketika masyarakat butuh pekerjaan, pemerintah berikan rekrutmen CPNS besar besaran walau akhirnya ndak lulus juga pas ikut ujian. Ketika masyarakat kehilangan penghasilan tambahan akibat Corona, pemerintah berikan bantuan langsung tunai untuk para pekerja formal dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Sudah sebegitu baik kok ya masih saja dihujat. Dibilang pemerintah ndak perhatian, ndak peduli dengan rakyat. Weleeeh, coba resapi camkan dan jangan berhenti, bahwasannya pemerintah sudah berbaik hati. Barangkali kalau boleh suudzon ada tiga jenis masyarakat yang beranggapan pemerintah kurang perhatian. Pertama, dia ndak kebagian bantuan sosial kemarin akibat salah data dan sudah protes-protes ke dinas sosial tapi ya tetep aja ndak dapet. Akhirnya jengkel toh. Kedua adalah kelompok yang belum move on dari pilpres, sehingga apa pun yang dilakukan pemerintah selalu salah. Udah udah, yang lalu biar lah berlalu, kadung buku nikah udah ditandatangan masa mau di Tipe-X. Mending tunggu jandanya baru kejar lagi. Ketiga, adalah pendukung Juventus yang selalu gagal diajang liga Champions sehingga sensitivitasnya tinggi. Bawaannya yo kesel terus. Hhee

Kabar Gembira Bagi Pekerja Bergaji di Bawah 5 Juta

Oiya, sebagai karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta atau sosok yang masuk kriteria seperti disebutkan para pembesar sebagai penerima, saya termasuk orang yang merasa senang dengan kabar adanya bantuan tersebut. Bukan hanya saya, warga di komplek saya malah sudah banyak yang nanya gimana prosedur dan teknis penyaluran bantuan itu. Weiits saya bilang tenang, bantuan akan diberikan dengan data berdasarkan kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan atau yang kini namanya BPJS Jamsostek. Bantuan akan disalurkan langsung melalui rekening pribadi pekerja dengan nilai Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Jadi, jangan takut nda kebagian atau kena sunat laser sana sini. Saya sampaikan kabar gembira itu bak juru bicara presiden. Warga pun angguk angguk, sambil tersungging senyum di bibirnya.

Namun, ada juga yang ndak puas dengan pernyataan saya, sembari mengeluarkan pendapatnya, “Kan ndak semua pekerja masuk jadi anggota BPJS Jamsostek. Itu gimana?”. Hmmm tak pikir-pikir kok bener juga. Soalnya tiap kali may day alias hari buruh, isu karyawan belum terdaftar di BPJS Jamsostek itu tidak pernah absen dan selalu jadi agitasi demonstrasi.

Bisa Kebagian Semua?

Menilik data yang dilansir dari portal berita BisnisNews.id, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2020 mencapai 137,91 juta orang dengan rata rata upah menerima Rp 2,92 juta per bulan.  Kemudian, berdasarkan data yang dilansir dari portal berita liputan6.com, hingga akhir tahun 2019 total peserta BPJS Jamsostek terdiri dari 650 perusahaan pemberi kerja terdaftar dan dengan total pekerja terdaftar mencapai sekitar 54,5 juta orang. Dari jumlah peserta sebanyak itu, BPJS TK berhasil menghimpun dana mencapai Rp 400 triliun. Dana yang uwow sih, kalau buat beli es dawet bisa tenggelam satu kabupaten/kota.

Jika melihat sajian data tersebut, tentu sebagai masyarakat awam termasuk saya pribadi berasumsi bahwa pemberian bantuan ini tidak akan merata. Alias tidak semua masyarakat yang gajinya dibawah Rp 5 juta akan mendapatkan bantuan tunai. Ya bagaimana, wong jumlah pekerja, sama yang terdaftar di BPJS masih jauh bener.  Dengan kuota bantuan yang hanya disiapkan sekitar 13 juta pekerja, jelas untuk mengcover yang terdaftar di BPJS saja tidak cukup. Pemerintah harus benar-benar jeli memilah siapa siapa yang pantas dan layak mendapatkan bantuan tersebut. Karena dalam kondisi seperti saat ini, ketika ekonomi sedang lemah, perut lapar, pampers belum kebeli, seserahan apalagi dan uang kosan terus menghantui semua bisa terjadi (kisruh).

Rentan Rusuh!

Belum hilang diingatan bagaimana penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah pada masyarakat terdampak covid belum lama ini begitu menguras emosi. Tidak jarang, ada emak-emak yang sampai lempar lempar kursi di kantor desa karena kesel.

Kondisi itu tergambar dari laporan aduan yang masuk ke Ombusdman. Hingga 6 Juli 2020, Ombusdman RI sudah menerima laporan pengaduan bansos ditengah pandemi mencapai 1.346 kasus. Dari jumlah itu sekitar 22,12 persen aduan berkenaan dengan penyaluran bansos yang tidak merata dalam hal waktu atau masyarakat juga sasaran. Kemudian 21,50 persen berkenaan dengan prosedur dan persyaratan untuk menerima bantuan yang dianggap tidak jelas. Kemudian 20,74 persen berkenaan dengan masyarakat yang darurat lapar tapi tidak terdaftar dan sisanya 18,95 persen aduan berkenaan dengan terdaftar tapi tidak menerima bantuan. Barangkali di luar itu masih ada kasus kasus yang tidak tercatat sebab dia memilih pasrah walau tidak kebagian padahal membutuhkan.

Jangan sampai niatan baik memberikan bantuan ini malah menambah catatan pengaduan di Ombusdman. Yang perlu di soroti tentu soal data penerima, jangan sampai data dimonopoli oleh pusat saja. Libatkan pemerintah daerah atau kalau perlu duduk bersama dengan serikat pekerja sebab bagaimanapun kondisinya, merekalah yang lebih tahu dengan pekerjanya. Penyaluran bantuan ini pun rasanya agak terburu buru, sebab pada September mendatang sudah harus dicairkan. Nah apa siap datanya? Dalam waktu singkat bisa memvalidasi data yang berjubel sehingga meminimalisir komplain.

Bagaimana sobat Gunyam? Sudah siap diguyur bantuan senilai Rp 31,2 triliun. Jangan nangis kalau ndak dapat yah, udah ditinggal si dia ke pelaminan, ehh ditinggal bantuan pula. Sabar sabar yahhh. (*)

Baca juga Perkara Memancing pun Bergeser Nilainya

What do you think?

Ditulis oleh Dindin Hasanudin

Suka Kopi walau tak pernah tahu cara menikmatinya. Suka bola walau cuma tahu inter milan. Suka travelling dijalan yang lurus, sambil berharap diridhoi Allah mudah mudahan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Wanita

Wanita, Tololkah Dirimu?

Berikut Ini 12 Fakta yang Belum Kamu Tahu tentang Qatar