Batik Air dan Malaysia Tourism Gelar Kerja Sama di Jakarta
Batik Air dan Malaysia Tourism berkolaborasi di Jakarta pada Kamis (24/9/2026) untuk memperbarui informasi destinasi dan rute penerbangan ke Malaysia. Inisiatif ini mengakomodir solo traveler, family group, dan travel agent.
Batik Air dan Malaysia Tourism menggelar agenda kerja sama di Jakarta pada Kamis (24/9/2026). Maskapai tersebut berupaya menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin menjelajahi lebih banyak destinasi dengan akses yang mudah dan terhubung.
Area Manager Lion Group Jakarta Raya, Mochamad Helmi, mengatakan informasi mengenai produk dan layanan penerbangan dapat menjadi referensi untuk menyesuaikan paket dengan kebutuhan pasar. “Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk menambahkan informasi dan juga pembaruan produk secara langsung, yang dapat menjadi referensi dalam menyusun paket perjalanan wisata ke Malaysia sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Helmi.
Batik Air memanfaatkan agenda tersebut untuk mendapatkan berbagai masukan mengenai tren perjalanan yang berkembang. Hal ini dilakukan selain menggali kebutuhan pelanggan dan mitra perjalanan.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan inisiatif ini dilakukan berdasar dari sejumlah permintaan pasar. Mereka membutuhkan informasi terbaru mengenai destinasi sekaligus rute penerbangan yang dapat digunakan selama perjalanan.
Danang menyebut agenda Batik Air dan Malaysia Tourism Trade Event 2026 di Jakarta ini merupakan upaya untuk mengakomodir tiga segmen. Segmen pertama adalah solo traveler, dan yang kedua adalah family group atau group yang membutuhkan informasi secara keseluruhan komprehensif terbaru mengenai tujuan internasional khususnya menuju Malaysia.
Kemudian, Danang menambahkan, kebutuhan informasi juga datang dari mitra mereka yakni travel agent, baik online maupun offline. Para mitra ini membutuhkan pembaruan mengenai rute penerbangan juga destinasi untuk menyesuaikan pilihan perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan.
Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menjaga hubungan baik sekaligus menerima feedback mengenai tren perjalanan selama tiga triwulan terakhir sebagai bahan persiapan menghadapi triwulan keempat. Demikian tutur Danang.

