Live
Selasa, 22 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BMKG Ingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi November-Desember

✍️ gunyam.com 🕒 22 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
BMKG Ingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi November-Desember
BMKG Ingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi November-Desember Foto: Antara Megapolitan

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi saat awal musim hujan yang diperkirakan tiba pada November dan Desember 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi risiko bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan ini menghadapi awal musim hujan yang diprakirakan masuk pada November dan Desember 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memaparkan sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia akan memasuki musim hujan pada November. Selanjutnya, 266 ZOM atau 17,3 persen daratan akan menyusul pada Desember.

Ardhasena menjelaskan, "Awal musim hujan tahun ini di 529 zona musim atau 61,08 persen daratan mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologinya." Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa.

Hal yang patut diwaspadai adalah periode antara awal masuknya musim hujan dengan puncak musim hujan yang terbilang singkat dan berdekatan. Puncak musim hujan diproyeksikan terkonsentrasi pada Desember 2026 (155 ZOM), Januari 2027 (162 ZOM), dan Februari 2027 (190 ZOM).

Durasi musim hujan pada 482 ZOM diprediksi lebih pendek dari kondisi normal. Ardhasena menambahkan, "Periode antara masuknya musim hujan dengan puncak relatif dekat dan durasinya lebih pendek, sehingga kita perlu mewaspadai lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor."

Meskipun durasinya lebih pendek, BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 pada 510 ZOM (69,7 persen daratan) berada pada kategori normal. Sementara itu, 147 ZOM (18,5 persen daratan) diprediksi di atas normal.

Untuk itu, BMKG menerbitkan serangkaian rekomendasi lintas sektor. Rekomendasi tersebut mencakup penyesuaian jadwal tanam varietas pendek di sektor pangan, optimalisasi daya tampung drainase dan waduk di sektor air serta energi.

Selain itu, rekomendasi juga meliputi penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi dan penanganan risiko demam berdarah di sektor kesehatan. Prakiraan musim hujan hingga potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung, patut menjadi perhatian serius lintas sektoral.

Berdasar historis kebencanaan tahun sebelumnya, pada periode November-Desember, hujan intensitas deras yang diperparah oleh Siklon Senyar memicu banjir dan tanah longsor. Peristiwa ini berdampak signifikan atas jumlah korban dan kerusakan infrastruktur di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

gunyam.com
gunyam.comRedaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update