Live
Minggu, 27 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB

✍️ gunyam.com 🕒 26 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB Foto: Koran Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat NTB untuk waspada terhadap potensi banjir rob di wilayah pesisir pada 26-30 September 2026, yang disebabkan oleh fenomena Purnama Panen.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai banjir rob yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena ini diprakirakan berlangsung pada 26 hingga 30 September 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Tri Widiarto, mengumumkan bahwa wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sejumlah kawasan pesisir di Lombok, Sumbawa, hingga Bima.

Di Pulau Lombok, daerah yang diwaspadai adalah Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Sementara itu, di Pulau Sumbawa, potensi rob mengancam Sumbawa dan Labuhan Badas.

Untuk wilayah Bima, area yang perlu siaga mencakup Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

Tri Widiarto menjelaskan, waktu pasang maksimum di Lombok Barat diperkirakan pada pukul 23.00 sampai 01.00 WITA. Adapun pasang di Bima berlangsung mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WITA.

BMKG menyebutkan bahwa potensi banjir rob ini berkaitan dengan gaya gravitasi bulan. Fenomena Purnama Panen atau Harvest Moon menghiasi langit pada 26-27 September 2026.

Puncak Bulan Purnama tersebut terjadi saat tengah malam dan dini hari, yaitu pukul 23.49 untuk wilayah barat, pukul 00.49 di wilayah tengah, dan pukul 01.49 pada wilayah timur Indonesia.

Selain potensi banjir rob, BMKG juga memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5 sampai 4 meter. Gelombang tinggi ini diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, dan Samudera Hindia yang berada di selatan NTB.

Tri Widiarto mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir Lombok dan Bima, bantaran sungai, serta daerah yang lebih rendah agar waspada dan siaga. Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum, termasuk banjir rob, dan terus memantau perkembangan cuaca serta gelombang terkini melalui kanal informasi resmi BMKG.

gunyam.com
gunyam.comRedaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update