Live
Rabu, 23 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

KKP Sita 1.048 Ton Udang Impor Ilegal di Jatim, Potensi Kerugian Negara Rp 405,8 Miliar

✍️ gunyam.com 🕒 22 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
KKP Sita 1.048 Ton Udang Impor Ilegal di Jatim, Potensi Kerugian Negara Rp 405,8 Miliar
KKP Sita 1.048 Ton Udang Impor Ilegal di Jatim, Potensi Kerugian Negara Rp 405,8 Miliar Foto: Liputan6 Bisnis

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyita 1.048 ton udang impor ilegal di Jawa Timur yang seharusnya untuk ekspor namun masuk pasar lokal. Potensi kerugian negara mencapai Rp 405,8 miliar berhasil diselamatkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan 1.048 ton udang impor yang melanggar aturan karena beredar di pasar lokal Jawa Timur pada Selasa (22/9/2026). Udang-udang tersebut seharusnya diolah untuk diekspor kembali melalui Kawasan Berikat, namun justru merembes ke pasar dalam negeri.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, tindakan pengawasan ketat ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 405,8 miliar. "Kami tidak akan membiarkan udang impor yang seharusnya untuk kebutuhan ekspor justru masuk ke pasar lokal. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan," tegas Trenggono dalam keterangan resminya.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, mengungkapkan udang impor tersebut berasal dari Kanada, Argentina, dan Ekuador. Penindakan ini berawal dari adanya keluhan masyarakat.

Pung merinci, pihaknya menyegel 19,16 ton udang pink asal Kanada di Probolinggo dan Pasuruan. Petugas juga mengamankan 885,3 ton udang merah asal Argentina serta 144 ton udang vaname asal Ekuador agar tidak makin meluas didistribusikan ke pasar dalam negeri.

Pengawasan ini juga ditujukan demi melindungi pasar. KKP siap memberikan sanksi tegas hingga pidana bagi pelaku pelanggaran.

gunyam.com
gunyam.comRedaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update