Legislator Wa Ode Herlina Sarankan Tarif LRT Jakarta Terintegrasi
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyoroti pentingnya tarif LRT Jakarta yang terjangkau dan integrasi antarmoda transportasi. Hal ini bertujuan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyarankan penerapan tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dibuat terjangkau. Ia juga menekankan pentingnya integrasi tarif dengan moda transportasi publik lainnya. Hal ini diharapkan mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi.
"Yang penting sekarang bukan hanya LRT-nya selesai, tetapi bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya," kata Wa Ode Herlina di Jakarta, Senin. Ia menilai konektivitas ini krusial setelah beroperasinya LRT sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Wa Ode meminta jaringan Mikrotrans sebagai angkutan penghubung atau feeder menuju stasiun LRT diperkuat. Pengembangan fasilitas park and ride di kawasan Manggarai juga menjadi bagian dari usulan tersebut. Fasilitas ini dapat menjadi insentif bagi masyarakat.
"Kalau tarifnya dibuat terjangkau atau flat dan terintegrasi dengan perjalanan transportasi umum, ini bisa menjadi salah satu insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi," ujarnya. Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai besaran tarif integrasi perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kebutuhan subsidi pelayanan publik (PSO).
Ia mendorong kajian keterlibatan Danantara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi. Tujuannya adalah mempercepat pembangunan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara berlebihan. "Yang paling penting sekarang adalah integrasi," pungkasnya.
LRT Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (16/9). Proyek ini memiliki nilai Rp12,1 triliun dan didanai APBD DKI Jakarta. PT Jakpro adalah pelaksana proyek transportasi ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp8 selama delapan hari pertama. Setelah itu, akan ada tarif flat sementara sebesar Rp5 ribu. Tarif resmi LRT akan diputuskan pada Oktober mendatang.

