Pakar, Danantara Perkuat Pendanaan Perpanjangan Rute LRT Jakarta
Keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam pendanaan perpanjangan rute LRT Jakarta dinilai strategis oleh pakar transportasi Djoko Setijowarno, memperkuat konektivitas perkotaan dan menjaga fiskal daerah.
Pakar transportasi Djoko Setijowarno menilai rencana keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pendanaan perpanjangan rute LRT Jakarta merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi perkotaan.
Djoko Setijowarno, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur berbasis APBD murni menguras ruang fiskal daerah.
Menurut Djoko, pembangunan angkutan umum masa depan tidak hanya berfokus pada pengadaan armada, tetapi juga membutuhkan keberanian dalam merancang skema pembiayaan. Mobilitas juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari hak dasar masyarakat.
Sinergi investasi antara lembaga keuangan nasional dan pemerintah daerah menjadi penting di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah. Hal ini dapat mempercepat pembangunan konektivitas perkotaan secara berkelanjutan.
Keterlibatan Danantara bersama Pemprov DKI Jakarta dalam pendanaan perpanjangan sejumlah rute LRT Jakarta dinilai saling melengkapi. Rute yang direncanakan meliputi koridor Manggarai-Dukuh Atas, Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS), hingga Velodrome-Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim.
Masuknya Danantara sebagai _sovereign wealth fund_ memberikan alternatif pembiayaan non-anggaran. Skema ini tidak harus mengandalkan skema obligasi atau pinjaman daerah, ujar Djoko.
Skema pembiayaan tersebut dapat menjaga APBD DKI Jakarta agar tetap memiliki ruang untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat. Ini mencakup sektor pendidikan dan kesehatan hingga penyediaan subsidi angkutan umum.
Keterlibatan lembaga investasi berskala nasional juga menegaskan bahwa sistem transportasi Jakarta telah melampaui batas administratif wilayah. Jaringan LRT yang terhubung dengan simpul-simpul moda utama seperti Kereta Cepat Whoosh di Halim, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan JIS akan mewujudkan perpindahan moda yang mulus bagi masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Selain itu, Danantara sebagai lembaga investasi dapat membawa perspektif bisnis dan pengelolaan komersial dalam pengembangan infrastruktur transportasi. Pendekatan ini dapat mendorong optimalisasi kawasan di sekitar stasiun melalui konsep _Transit-Oriented Development_ (TOD) serta pemanfaatan hak penamaan atau _naming rights_.
Dengan demikian, pendapatan non-tiket LRT dapat dioptimalkan untuk membantu menopang biaya operasional secara mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, PT LRT Jakarta mencatat jumlah penumpang harian rata-rata mencapai 11.300 orang setelah layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai beroperasi. Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara mengatakan sebanyak 91 ribu penumpang telah menggunakan layanan tersebut selama periode 16-23 September 2026.

