Live
Sabtu, 26 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemkab Bogor Gandeng BRIN Petakan Potensi Sentra Bawang Putih

✍️ gunyam.com 🕒 25 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Pemkab Bogor Gandeng BRIN Petakan Potensi Sentra Bawang Putih
Pemkab Bogor Gandeng BRIN Petakan Potensi Sentra Bawang Putih Foto: Antara Megapolitan

Pemerintah Kabupaten Bogor dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai pemetaan potensi sentra produksi bawang putih di wilayah tersebut, fokus pada karakteristik lahan dan iklim yang sesuai.

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memetakan potensi wilayah yang dapat dikembangkan menjadi sentra produksi bawang putih. Kerja sama ini diumumkan setelah rapat koordinasi yang berlangsung di Cibinong pada Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan pemetaan diperlukan karena budidaya bawang putih membutuhkan karakteristik wilayah tertentu. Ajat menyebut lokasi dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) cocok untuk komoditas ini.

"Bawang putih itu di Kabupaten Bogor tidak masalah, kecuali bawang putih mempunyai karakter tersendiri kaitan dengan lokasi yang harus di ketinggian kurang lebih 800 mdpl. Betul-betul di area pegunungan," kata Ajat. Ia menambahkan, "Kalau bawang merah bisa di mana saja."

Pemkab Bogor dan BRIN akan mengkaji berbagai aspek sebelum menentukan wilayah pengembangan. Kajian tersebut mencakup kondisi iklim dan cuaca, kesesuaian tanah, serta lokasi yang mendukung budidaya bawang putih.

Analisis juga akan memetakan status kepemilikan lahan potensial. Ini termasuk aset pemerintah daerah, lahan PTPN, maupun milik masyarakat.

"Kita ingin produksi bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor," ujar Ajat. Ia berharap dari kajian ini akan muncul analisis iklim, cuaca, dan lokasi tanah yang cocok untuk produksi serta pembibitan.

Berdasarkan informasi awal, terdapat sekitar 10 kelompok tani dengan luasan lahan sekitar 10 hektare yang berkaitan dengan budidaya bawang di Kabupaten Bogor. Data ini akan menjadi pijakan untuk menyusun pola pengembangan bawang secara lebih sistematis.

Pemkab Bogor turut mempelajari pengembangan komoditas bawang dari Kabupaten Majalengka. Kabupaten Majalengka telah memiliki pengalaman dalam budidaya hingga pengelolaan produksinya.

"Setelah melihat kondisi tadi, tentunya kita ingin tahu praktiknya dari Majalengka. Kita ingin berbagi dan mengetahui cerita suksesnya seperti apa," tutur Ajat.

Pengembangan produksi bawang dinilai memiliki potensi pasar yang besar. Kabupaten Bogor memiliki sekitar 6,1 juta penduduk berdasarkan data tunggal ekonomi nasional/Regsosek.

Ajat menjelaskan besarnya jumlah penduduk tersebut membuat kebutuhan bawang merah maupun bawang putih tinggi. Produksi lokal berpeluang memperkuat ketersediaan pangan daerah.

Peluang kerja sama dengan Kabupaten Majalengka juga terbuka. Ini akan dilakukan setelah hasil pemetaan dan kajian menunjukkan lokasi serta skema pengembangan yang dapat diterapkan.

Setiap kebijakan pengembangan komoditas ini harus didasarkan pada hasil riset, tegas Ajat. Hal ini bertujuan agar program yang dijalankan memiliki landasan ilmiah dan dapat diukur.

"Kita berbasis ilmiah, berbasis keilmuan. Pemerintah daerah Insya Allah akan aman. Kalau berbasis intuisi biasanya tidak aman," kata Ajat. Ia menambahkan, "Ini langkah awal kita bagaimana melakukan loncatan-loncatan."

gunyam.com
gunyam.comRedaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update