Live
Selasa, 22 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

UNDP Dorong Indonesia Tingkatkan Nilai Tambah Rumput Laut

✍️ gunyam.com 🕒 21 Sep 2026 👁️ 3x dibaca
UNDP Dorong Indonesia Tingkatkan Nilai Tambah Rumput Laut
UNDP Dorong Indonesia Tingkatkan Nilai Tambah Rumput Laut Foto: Koran Jakarta

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendorong Indonesia fokus pada pengolahan rumput laut untuk ekonomi pesisir dan daya saing nasional.

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendorong Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut. Peningkatan ini dilakukan melalui pengolahan, teknologi, akses pasar, dan investasi guna memperkuat ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat posisinya dalam industri rumput laut global. Potensi ini tidak hanya dari sisi produksi dan ekspor, tetapi juga dari nilai ekonomi yang dapat dihasilkan di dalam negeri.

"Peluangnya adalah beralih dari pemimpin dalam volume menjadi pemimpin dalam nilai, dengan memobilisasi investasi dan inovasi untuk menciptakan produk bernilai lebih tinggi, pekerjaan yang lebih baik, dan pendapatan yang lebih tinggi," kata Sara di Jakarta, akhir pekan lalu. Pernyataan tersebut disampaikan terkait kunjungan delegasi Pemerintah Indonesia dan UNDP ke Sidoarjo, Jawa Timur, pada 17, 18 September 2026. Kunjungan itu bertujuan melihat pengembangan rantai nilai rumput laut melalui Archipelagic and Island States (AIS) Forum.

UNDP menyebut Indonesia merupakan salah satu produsen utama rumput laut tropis dunia. Negara ini menyumbang sekitar 69 persen ekspor rumput laut global pada 2025.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekspor rumput laut Indonesia pada 2025 mencapai 315,62 juta dollar AS atau sekitar Rp5,3 triliun. Produksi rumput laut pada tahun yang sama tercatat sekitar 11,65 juta ton, atau 63,29 persen dari produksi perikanan budi daya nasional. Angka produksi tersebut masih berstatus sementara.

UNDP menilai potensi ini perlu dikembangkan lebih jauh agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah. Peningkatan produktivitas, industri pengolahan, teknologi, keterampilan, akses pembiayaan, dan pasar dinilai penting untuk memperbesar nilai tambah yang dinikmati di dalam negeri.

Sidoarjo menjadi salah satu contoh pengembangan rantai nilai tersebut. Di kawasan Tlocor, rumput laut jenis Gracilaria dibudidayakan bersama ikan bandeng pada tambak pesisir. Tambak tersebut telah direhabilitasi setelah mengalami perubahan lingkungan pascasemburan lumpur Lapindo pada 2006.

Delegasi juga melihat fasilitas Koperasi Agar Makmur Sentosa. Fasilitas ini digunakan untuk proses pengeringan, pembersihan, dan pengepresan rumput laut. Fasilitas bersama tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki penanganan pascapanen dan meningkatkan kualitas produk.

gunyam.com
gunyam.comRedaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update