Wagub Rano Karno Dorong Karang Taruna Jadi Basis SDM Unggul Bagi Korporasi Jakarta
Wagub Rano Karno menekankan pentingnya Karang Taruna dalam menyiapkan generasi muda produktif, kreatif, dan inovatif sebagai modal sumber daya manusia bagi korporasi di Jakarta. Ia menyoroti potensi bonus demografi dan peran ekonomi kreatif sebagai pendorong daya saing kota global.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Karang Taruna di Sasana Krida Bakti Karang Taruna, Kampung Melayu, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9). Rano Karno menegaskan Karang Taruna memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Sumber daya manusia ini menjadi modal penting bagi Jakarta untuk berkembang sebagai kota global yang berdaya saing, yang pada gilirannya akan menguntungkan sektor korporasi di ibu kota.
Menurut Rano, sumber daya manusia yang produktif, kreatif, dan penuh inovasi merupakan modal bagi Jakarta untuk melangkah menuju kota global yang berdaya saing. Ia mengharapkan sumber daya manusia produktif ini hadir dari generasi muda, khususnya para anggota Karang Taruna.
Berdasarkan data kependudukan semester I 2026, penduduk usia produktif Jakarta mencapai 71,63 persen dari total penduduk yang hampir menyentuh 11 juta jiwa. Besarnya proporsi ini dinilai sebagai peluang bagi Jakarta untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai kekuatan pembangunan kota dan penyedia tenaga kerja berkualitas bagi korporasi.
Bonus demografi tidak cukup hanya dilihat dari jumlah, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penguatan keterampilan dan penyediaan ruang partisipasi yang luas diperlukan agar generasi muda dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan dan memenuhi kebutuhan industri.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen membangun manusia Jakarta yang unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi, penguatan kewirausahaan, serta pembukaan ruang kolaborasi bagi generasi muda. Upaya ini sejalan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta, sekaligus mendukung ekosistem bisnis dan korporasi.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif dinilai dapat menjadi ruang luas bagi anak muda Jakarta untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemandirian. Berbagai bidang seperti seni, budaya, perfilman, teknologi digital, hingga sektor kreatif lainnya memiliki peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda, yang juga membuka pintu bagi pertumbuhan korporasi di bidang tersebut.
"Pemuda Jakarta juga harus diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, baik melalui bidang seni, budaya, perfilman, teknologi digital, maupun industri kreatif," tutur Rano. Ia menjelaskan, perkembangan ekonomi kreatif yang kini bertambah menjadi 21 subsektor, termasuk film, otomotif, dan sulih suara, menciptakan beragam peluang bagi generasi muda untuk berkarya dan menciptakan peluang ekonomi yang relevan bagi korporasi.

