LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Usai Gempa Magnitudo 5,9
Operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal pasca gempa bumi 5,9 magnitudo di Kepulauan Seribu. PT KAI (Persero) melalui Manager Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika memastikan tidak ada kerusakan prasarana.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal setelah gempa bumi berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9) pukul 04.23 WIB.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan petugas langsung melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap prasarana LRT setelah menerima informasi gempa.
“Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek,” ujar Radhitya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman.
Pemeriksaan terhadap prasarana mulai dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan maupun kondisi yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi secara normal. Pemantauan juga dilakukan melalui Operating Control Center (OCC) dan didukung Seismic Detection Alarm System (SDAS).
Sistem tersebut digunakan untuk memberikan informasi mengenai dampak getaran gempa terhadap prasarana LRT. Informasi dari SDAS menjadi salah satu acuan bagi petugas dalam melakukan pemeriksaan terhadap kondisi prasarana serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan setelah terjadi gempa.
“LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi,” kata Radhitya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa berkekuatan 5,9 magnitudo dengan kedalaman 376 KM, di Kepulauan Seribu DKI Jakarta pada Sabtu (12/9) pukul 04.23 WIB.

