Live
Senin, 07 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

10 Kelompok Desil, Memahami Pengertian dan Peranannya dalam Kesejahteraan Sosial

✍️ Siswanto 🕒 07 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Ilustrasi: 10 Kelompok Desil, Memahami Pengertian dan Peranannya dalam Kesejahteraan Sosial
Ilustrasi: 10 Kelompok Desil, Memahami Pengertian dan Peranannya dalam Kesejahteraan Sosial Foto: Ilustrasi AI

Desil adalah ukuran statistika yang membagi data menjadi sepuluh bagian, digunakan pemerintah Indonesia untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan kesejahteraan. Pengelompokan ini menjadi dasar penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pendidikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos) di Indonesia secara aktif menggunakan desil untuk mengelompokkan masyarakat.

Desil adalah salah satu ukuran letak dalam statistika deskriptif yang membagi sekumpulan data yang telah diurutkan menjadi sepuluh bagian sama besar.

Terdapat sembilan nilai desil (D1 hingga D9) yang bertindak sebagai batas pemisah antara setiap bagian, di mana masing-masing mewakili sekitar 10% dari total data.

Di Indonesia, desil relevan dalam konteks sosial ekonomi, terutama dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pengelompokan ini menjadi rujukan pemerintah untuk perencanaan, penentuan sasaran, serta evaluasi berbagai program bantuan sosial (bansos) dan pendidikan.

Penentuan desil kesejahteraan tidak hanya didasarkan pada satu indikator saja, melainkan gabungan dari berbagai karakteristik sosial ekonomi.

Indikator-indikator ini diolah menggunakan metode Proxy Means Test (PMT), mencakup kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar, kepemilikan aset, daya listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.

Berikut adalah gambaran 10 kelompok desil berdasarkan tingkat kesejahteraan:

Desil 1

Kelompok ini adalah 10% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.

Mereka sering diidentifikasi sebagai miskin atau miskin ekstrem, yang menjadi target utama berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Desil 2

Kelompok Desil 2 mencakup 10-20% masyarakat terendah dalam hal kesejahteraan. Mereka termasuk dalam kategori miskin dan juga menjadi prioritas penting dalam penyaluran bantuan sosial.

Desil 3

Masyarakat yang berada di Desil 3 merupakan 20-30% terendah dalam skala kesejahteraan.

Kelompok ini sering disebut sebagai hampir miskin atau rentan miskin, yang juga berhak menerima beberapa jenis bantuan pemerintah.

Desil 4

Desil 4 mengidentifikasi 30-40% masyarakat terendah yang tergolong rentan miskin. Kelompok ini masih menjadi sasaran utama untuk berbagai program bantuan sosial dan pendidikan seperti KIP Kuliah.

Desil 5

Kelompok Desil 5 menempati posisi 40-50% terendah dalam tingkat kesejahteraan.

Mereka sering digambarkan sebagai kelompok pas-pasan atau menengah ke bawah, dan masih dapat menerima bantuan sosial dalam cakupan yang lebih terbatas.

Desil 6

Masyarakat di Desil 6 berada di posisi 50-60% terendah, yang umumnya dianggap sebagai kelompok menengah ke atas dan cukup sejahtera.

Perkiraan pengeluaran per kapita untuk kelompok ini berkisar antara Rp1.800.000, Rp2.300.000 per orang per bulan, sementara pendapatan keluarga dengan empat orang dapat mencapai sekitar Rp7.000.000, Rp10.000.000 per bulan, tergantung wilayah dan kondisi ekonomi.

Angka-angka ini merupakan gambaran per September 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Desil 7

Desil 7 adalah bagian dari kelompok 30% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan cukup hingga paling sejahtera.

Mereka memiliki kondisi ekonomi yang stabil dan tidak menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial.

Desil 8

Kelompok ini juga termasuk dalam 30% masyarakat teratas dari segi kesejahteraan. Masyarakat di Desil 8 memiliki kemampuan ekonomi yang baik dan jarang menjadi sasaran program bantuan pemerintah.

Desil 9

Desil 9 mewakili bagian dari 30% masyarakat paling sejahtera di Indonesia.

Kelompok ini tidak menerima bantuan sosial dan bahkan dapat menjadi target pembatasan untuk fasilitas subsidi tertentu, seperti rencana pembatasan BBM subsidi Pertalite.

Desil 10

Desil 10 adalah kelompok 10% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Mereka memiliki kondisi finansial baik dan tidak termasuk dalam kategori penerima bantuan atau subsidi pemerintah.

Penerapan desil luas, mulai dari penentuan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako (BPNT), Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), hingga Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Desil juga digunakan dalam perumusan kebijakan pemerintah, seperti rencana pembatasan BBM subsidi bagi kelompok desil 9 dan 10, serta analisis data ekonomi dan keuangan untuk mengukur penyebaran dan posisi data.

Penting untuk dipahami bahwa desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lain, bukan ukuran absolut kemiskinan atau kekayaan.

Posisi desil bersifat dinamis dan dapat berubah seiring kondisi sosial ekonomi keluarga serta pemutakhiran data DTKS.

Sebelum mengambil keputusan atau memanfaatkan program, pastikan untuk memverifikasi informasi terkini dari sumber resmi.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: kumparan.com, suara.com, wikipedia.org, scribd.com, brilio.net, youtube.com, cnnindonesia.com, detik.com.

S
SiswantoEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update