Live
Sabtu, 19 Sep 2026 NasionalPolitikEkonomiHukum & KriminalHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

728 Orang di Spanyol Terlibat Studi Penuaan Otak

✍️ gunyam.com 🕒 19 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
728 Orang di Spanyol Terlibat Studi Penuaan Otak
728 Orang di Spanyol Terlibat Studi Penuaan Otak Foto: Koran Jakarta

Sebuah studi terbaru yang melibatkan 728 orang di Spanyol menemukan bahwa kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa berkaitan dengan proses penuaan otak yang lebih lambat, dengan perbedaan usia otak hingga 13 tahun.

728 orang dari wilayah Basque, Spanyol, terlibat dalam sebuah penelitian terbaru yang menemukan kaitan antara penguasaan bahasa dan proses penuaan otak. Studi tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak bahasa yang dikuasai seseorang, semakin lambat proses penuaan otak yang terlihat.

Orang yang menguasai dua bahasa memiliki aktivitas otak yang terlihat sekitar enam tahun lebih muda. Perbedaan ini meningkat menjadi sekitar tujuh tahun bagi mereka yang menguasai tiga bahasa, dan mencapai 13 tahun bagi yang menguasai empat bahasa.

Penelitian ini dipaparkan dalam forum Federation of European Neuroscience Societies (FENS), mengutip laman Real Simple pada Jumat (18/9) waktu setempat. Para peneliti menggunakan alat untuk merekam aktivitas sel-sel otak guna membuat perkiraan usia otak atau _brain age_ pada peserta.

Lucia Amoruso, Ketua kelompok penelitian dari Basque Center on Cognition, Brain and Language di San Sebastián, mengatakan bahwa pengalaman menggunakan banyak bahasa memiliki pengaruh yang bertahap. Manfaat tersebut berkaitan dengan apakah seseorang bisa berbicara dua bahasa atau tidak, serta seberapa lama dan seberapa baik bahasa tersebut digunakan, ujar Amoruso.

Namun, peneliti juga mengingatkan bahwa kebiasaan hidup dan aktivitas sosial dapat memengaruhi kesehatan otak. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa bukan satu-satunya penyebab seseorang memiliki proses penuaan otak yang lebih lambat.

Penelitian selanjutnya akan fokus pada pengaruh kombinasi bahasa tertentu terhadap aktivitas otak. Para peneliti juga ingin mengetahui bagaimana kemampuan berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain berkaitan dengan fungsi otak.

Profesor Christina Dalla dari Medical School of the National and Kapodistrian University of Athens, yang tidak terlibat dalam penelitian, menambahkan bahwa belajar bahasa lain memiliki manfaat dalam aspek sosial, budaya, dan kesehatan otak. Temuan ini menambah bukti penelitian mengenai hubungan antara kemampuan menggunakan banyak bahasa dan kesehatan otak sepanjang kehidupan.

gunyam.com
gunyam.comRedaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update