Hujan Lebat Landa Destinasi Jepang, Wisata Alam Indonesia Diakui Dunia
Berita perjalanan menyoroti dampak hujan deras di destinasi Jepang, khususnya wilayah tengah, serta masuknya wisata alam liar Indonesia dalam daftar pengalaman terbaik dunia. Dua pengalaman dari Indonesia dan Borneo tercatat di Wildlife Experience Index.
Sejumlah wilayah Jepang diguyur hujan deras pada Selasa, 8 September 2026, yang mengganggu aktivitas warga dan wisatawan. Kondisi terparah melanda bagian tengah negara itu.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan banjir Level 5 untuk Sungai Shonai. Sungai ini mengalir melalui Prefektur Gifu dan Aichi.
Curah hujan di Nagoya mencapai sekitar 104 milimeter dalam satu jam akibat pengaruh front hujan musim gugur. Jalur JR Chuo terendam dan sejumlah ruas jalan di kawasan Sakae sempat dipenuhi air hingga setinggi mata kaki.
Sementara itu, wisata alam liar Indonesia turut masuk dalam jajaran pengalaman terbaik di dunia. Kekayaan satwa yang hidup di habitat alaminya menjadi daya tarik utama.
Dua pengalaman dari Indonesia dan kawasan Borneo tercatat dalam Wildlife Experience Index. Pemeringkatan ini disusun oleh perusahaan perjalanan Bailey Robinson.
Daftar tersebut mencakup 30 pengalaman wisata liar dari berbagai destinasi. Penilaiannya mempertimbangkan enam aspek, yakni kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, serta peluang wisatawan mengamati hewan di habitat alaminya.
Delapan dari 10 pengalaman yang berada di posisi teratas melibatkan spesies terancam punah. Konservasi menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pengalaman wisata alam yang istimewa, melansir Euronews pada Selasa, 1 September 2026.
Kehadiran Indonesia dalam daftar tersebut memperlihatkan bahwa wisata satwa tak selalu identik dengan destinasi safari populer. Hutan tropis Asia Tenggara menawarkan pengalaman berbeda melalui perjumpaan dengan satwa langka di lingkungan yang masih alami.

