Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT Jajaki Kolaborasi Kembangkan Potensi Desa
Kolaborasi riset antara Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT dijajaki untuk menyelaraskan keahlian perguruan tinggi dengan kebutuhan desa, mendorong pengembangan potensi daerah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki potensi kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kolaborasi ini berfokus pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi desa. Audiensi antara Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Mendes PDT Yandri Susanto berlangsung di kantor Kemdiktisaintek pada Kamis, 17 September 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pencocokan antara kampus dan desa. "Kita lakukan matching antara kampus dan desa, fakultas mana yang relevan untuk membantu desa," kata Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Kamis. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
Mendiktisaintek menyebutkan berbagai skema pendampingan perguruan tinggi akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan desa. Pendampingan dapat dilakukan secara tematik, meliputi bidang pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif, hingga budaya. Pendekatan ini bertujuan agar fakultas atau program studi dapat terlibat sesuai keahliannya.
Menteri Brian menilai kolaborasi ini akan mempertemukan sumber daya dan keahlian perguruan tinggi dengan potensi desa secara tepat sasaran. Gagasan tersebut disambut baik oleh Mendes PDT, Yandri Susanto, yang melihat peluang sinergi dengan program pengembangan desa yang telah berjalan.
Salah satu program yang dapat menjadi ruang kolaborasi adalah pengembangan desa tematik. "Program desa tematik yang sudah berjalan sangat bermanfaat, seperti desa ekspor, pendapatan masyarakat meningkat pesat," ujar Mendes Yandri.
Selain mendukung pengembangan potensi desa, kolaborasi ini juga memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Mahasiswa dan dosen dapat terlibat dalam pengalaman pembelajaran dan penelitian berbasis persoalan di lapangan. Desa juga akan menjadi mitra dalam mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan setempat.
Ke depan, Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT akan mengeksplorasi lebih lanjut bentuk kolaborasi ini. Sinergi tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah yang berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat.

